Rambling #1

Annyeong~

Bukannya bikin season 2 (?) dari curhatan kisah hidup saya (??) dari entri sebelumnya, kali ini saya mau curhat hal lain lagi deh. Akhir-akhir ini banyak sekali hal yang berputar dalam kepala saya, tapi saya nggak tahu bagaimana harus mengungkapkannya. Malahan makin banyak yang ruwet. Mungkin saya mau mengeluarkannya mulai dari hal kecil dulu. Apa ya? Hm, mungkin saya mau membuat sebuah pengakuan (?) saja tentang diri saya. O-oke, tolong jangan timpukin saya dulu, saya cuma mau mengoceh sedikit disela cari literatur buat tugas-tugas kuliah saya. Hehehe.

Bagi sebagian orang yang mengenal saya, mungkin sudah tahu kalau saya emang suka memendam perasaan (jahhh). Yah memang benar saya biasanya nggak suka menunjukkan emosi saya di depan orang lain, tapi saya nggak sepenuhnya memendamnya kok. Kalau kalian jeli, sebenarnya saya melampiaskannya lho, tapi nggak secara frontal, haha.

Hmm, ambil contoh simpel, misalnya saya lagi sebel pada seorang teman, misalnya, karena dia menjelek-jelekkan superjunior (misalnya lho ini, saya nggak mau menyinggung hal sensitif disini :) ). Biasanya saya bakal bersikap biasa saja, tapi setelah itu saya melakukan hal sepele yang bikin dia sebel juga. Misal dia nitip sesuatu ke saya, saya bakal sengaja lupa dan senyum menyebalkan sambil minta maaf :p Tapi itu semata-mata cuma buat menghilangkan rasa sebal aja kok, dan cuma sebatas hal kecil dan nggak penting. Saya juga nggak bakal tega melakukan hal-hal yang keterlaluan. Saya nggak sejahat itu, percayalah u_u

Tapi setelah itu, saya bener-bener nggak bakal mengingat hal yang dilakukan teman saya tadi―entah dia sadar atau enggak dan entah itu menyakitkan atau cuma sekedar menyebalkan :). Oke mungkin nggak bakal lupa sepenuhnya, tapi seenggaknya saya sudah menghilangkan rasa sebal saya dan menganggap dia adalah teman baik saya lagi :p

Dan masalahnya adalah, kalau saya lagi nggak kontak sama orang yang saya lagi sebel sama dia tadi itu, kadang suka berimbas ke orang lain yang lagi kontak sama saya, padahal dia nggak tahu apa-apa. Makanya untuk itu saya minta maaaaaf banget kalau ada waktu dimana saya bertingkah sangat menyebalkan. Berarti ada dua kemungkinan, pertama saya lagi sebel karena sesuatu atau seseorang yang saya lagi nggak kontak dengannya, atau kedua memang ada hal yang kamu lakukan yang bikin saya rada sebel :p *digaplok* atau bisa juga sih, ada kemungkinan ketiga yang sangat nggak bisa ditawar lagi, yaitu PMS. Spesialisasi cewek nih, hahaha. Yah intinya saya minta maaf yang sebesar-besarnya, kawan. Tapi biasanya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, saya paling ujung-ujungnya melampiaskan ke dunia maya sih u_u

Iya, saya terima kok kalau kalian bilang saya pengecut atau apa. Saya terlalu takut menyampaikan kalau saya sebel. Saya takut menyinggung perasaan orang lain. Saya takut mereka akan meninggalkan saya. Saya tahu tiap orang punya pendapat sendiri sendiri, dan saya nggak mau perbedaan pendapat itu menjadi masalah. Maaf, saya nggak bisa terbuka tentang semua yang saya pikirkan, tapi sungguh, saya sama sekali nggak bermaksud buruk kok. Saya tahu mungkin saya belum bisa jadi teman yang baik. Saya juga kadang iri pada orang lain yang bisa dengan mudah terbuka tentang masalahnya, tapi entahlah saya belum merasa nyaman buat melakukannya. Tapi saya sayang banget, sungguh, pada teman-teman saya.

Saya melakukan ini cuma supaya rasa sebelnya nggak menumpuk, saya nggak mau sampai pada taraf sebel banget atau bahkan benci. Karena saya punya pengalaman nggak enak tentang itu, jadi saya nggak akan mengulanginya lagi. Saya nggak mau membenci orang lagi :) Sejauh ini sih memang nggak ada yang bikin saya sebel banget, tapi who knows, semoga saja tetap begitu, karena membenci itu menyakitkan. (hasyah bahasa gue)

Haha, lama-lama blog ini jadi diary saya nih. Padahal tadinya saya mau masukin fic juga disini, tapi belum jadi, hahaha. Yah sementara ini saya isi dengan curhatan ababil dulu saja, dan kalau ada yang mau membaca sampai disini, saya ucapkan terima kasih :P

Umm, berhubung saya orangnya nggak pede kalau curhat secara langsung, ada yang mau jadi teman curhat virtual saya? Dunia nyata terlalu mengerikan untuk dijadikan tempat curhat *ditampol massa*

See ya! :D

Comments