#NulisRandom2015 Day 13 - Saling menghormati, apa susahnya?

Assalamualakum warahmatullah wabarakaaaatuh~ (ala kompetisi dai cilik)

So i skipped a few days for this #NulisRandom2015 challenge orz aku sudah berusaha tapi ternyata meluangkan waktu buat nulis sesusah itu...

Hari ini mau disempetin nulis deh. Topiknya apa ya... hm karena udah deket Ramadhan, saya sempat mengamati suatu topik tentang puasa yang belakangan lagi rame dibahas di timeline.
Bermula dari twit yang mengatakan kalau selama bulan puasa, seharusnya warung-warung tetap diperbolehkan buka. Kan puasa itu menahan nafsu, kalau cuma warung makan buka seharusnya nggak masalah, kan? Harusnya yang puasa menghormati yang nggak puasa, dong. Dan tempat-tempat hiburan malam juga kan mereka cari nafkah, seharusnya tetap diperbolehkan beroperasi.

Loh kok gitu? Bukannya selama ini yang sering kita dengar justru yang nggak puasa yang harus menghormati yang puasa?

Dan respon terhadap pernyataan itu pun bermacam-macam. Ada yang setuju, karena kasihan orang-orang yang nggak berkewajiban puasa jadi nggak bisa beli makan. Ada juga yang menentang dengan alasan, kan sudah punya sebelas bulan lain untuk berjualan bebas, apa salahnya merelaka satu bulan buat tutup siang hari. Toh kalau pas buka puasa pasti laku juga.

Dan perdebatan pun makin panjang, saling membalas walaupun nggak pake mention.

Saya bukan ahli masalah sosial maupun fatwa agama ya, tapi dari logika saya yang dangkal ini, menurut saya kuncinya sih cuma satu. Saling menghormati. Kuncinya ada di kata ‘SALING’, yang artinya usaha untuk menghormati ini dilakukan oleh kedua belah pihak.

Orang-orang yang nggak puasa seharusnya menghormati yang sedang menjalankan ibadah puasa, karena bagaimanapun ini adalah bulan suci buat kami, bulan yang memiliki keutamaan dibanding sebelas bulan lainnya. Seharusnya udah punya kesadaran sendiri lah. Apalagi kalau di depan anak kecil yang sedang latihan puasa, jangan menambah berat perjuangan mereka.

Dan yang sedang puasa juga menurut saya nggak usah sampe lebay nyuruh warung makan tutup lah, kasihan buat mahasiswa kos yang nggak puasa dan nggak bisa masak jadi susah cari makan.  Sebenernya dikasih tirai aja cukup. Hitung-hitung biar debunya nggak masuk hehehe.

Astaga kenapa jadi banyak gini ramblingnya. Perlu diingat, saya nggak menggurui loh ya, saya cuma berargumen dengan menggunakan logika saya aja. Sebenernya masalah kayak gini nggak perlu dibikin ribet selama kita masih punya rasa toleransi kayak yang dulu diajarin di buku pelajaran SD.

Semoga Ramadhan ini kita bisa menjalankan ibadah semaksimal mungkin, ya! Jangan sampai malah berdebat nggak jelas yang bikin sakit hati dan mengurangi pahala.


Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, sampai jumpa di posting berikutnya! Ciao!

Comments

Popular posts from this blog

#KampusFiksi Reguler Angkatan XX, 24-26 Maret di Jogja!

One day in April

B2ST 1st album - Fiction and Fact - On Raining Days lyrics and translation