#NulisRandom2015 Day 4 - By Your Side [a short story]

Aku masih ingat saat itu, matamu berbinar cerah saat pertama kali melihatku.  Tangan mungilmu meraihku dengan kegembiraan yang meluap. Rambutmu yang dikuncir dua bergoyang kesana kemari seiring langkah mungilmu mengajakku berkeliling sembari mengenalkanku pada teman-temanmu.

‘Sayang’, begitulah kau memanggilku.

“Sayangku tidak boleh ditinggal!” kau menangis keras ketika ibumu tidak membolehkanmu mengajakku dalam piknik musim panas. Akhirnya aku diijinkan ikut, dan kau mendekapku erat sepanjang perjalanan.

Sungguh, aku tidak tahu kau merasakannya atau tidak, namun aku sangat menyayangimu. Mereka bilang aku tidak memiliki jiwa, tidak memiliki hati, tapi mereka salah―aku bisa merasa bahagia maupun sedih. Aku bisa menyayangi maupun membenci, walaupun aku tidak bisa melakukan apapun tentang itu.

Karena aku hanyalah sebuah boneka beruang cokelat berukuran sedekapan anak berumur enam tahun.

Tahun ini kau berusia satu dekade, mereka mendekorasi kamarmu dengan warna merah muda yang sangat cantik. Kini kau juga mempunyai rak besar di sudut yang biasanya kosong, untuk tempatmu menyimpan buku-bukumu dan... aku. Aku tidak lagi ada di dekapanmu ketika kau beranjak tidur, melainkan bersandar di sudut rak mahoni itu. Namun tak apa, kau masih sering mengajakku bermain dengan teman-temanmu.

Saat kau melanjutkan sekolahmu di tingkat menengah, ayahmu membelikanmu sebuah telepon genggam. Sepertinya benda itu lebih mengasyikkan, karena kau terus saja berkutat dengannya sepanjang waktu, semenjak pulang dari sekolah sampai tertidur, bahkan waktu belajarmu jadi berkurang karenanya.

Dan tentu saja, aku hanyalah boneka beruang cokelat lusuh yang mulai berdebu semenjak kau terakhir menyentuhku beberapa bulan lalu.

Aku menyaksikanmu tumbuh, kakimu semakin jenjang hingga tubuhmu hampir setinggi ayahmu, rambutmu yang kini tumbuh tergerai sampai ke pinggang. Mereka bilang ini saatnya kau melanjutkan ke universitas, dan kau memilih tempat yang sangat jauh dari rumah. Itu artinya kau akan jauh dari ayah dan ibumu, dari teman-temanmu, dan... aku tidak tahu apakah aku masih terlintas dalam pikiranmu. Di balik lapisan debu yang menebal ini, aku merasa sedih karena mungkin setelah ini kau akan pergi dan ibumu akan segera membuangku. Tentu saja, siapa lagi yang mau melihat boneka tua kotor sepertiku? Lagipula tidak ada lagi anak kecil di rumah ini mengingat kau satu-satunya anak mereka.

Rasanya sangat lama semenjak kau pergi, dan aku beruntung karena ibumu tidak membuangku―malahan ia mencuci dan membersihkan rak tempatku bersandar. Ia juga membersihkan kamarmu setiap hari―namun entah mengapa aku melihat ada kesedihan dalam iris matanya. Sesekali ia membelaiku, menatapku dengan sayang seolah ia melihat bayanganmu dalam kedua manik mataku.

Kau tahu, seandainya bisa, aku ingin menggantikanmu untuk menghiburnya. Dia pasti sangat merindukanmu, jauh melebihi rasa rinduku padamu.

Hari itu kau kembali, tapi sama sekali bukan dalam suasana yang kuinginkan. Kau kembali dengan mata sembab, dan hei, kemana rambut panjang indahmu itu? Kau memotongnya pendek sebahu, entah apakah itu yang membuatmu terlihat lebih kurus dari yang kuingat.

“Sayangku...”

Seandainya aku bernapas, pasti aku sedang tercekat sekarang. Sudah berapa lama sejak kau memanggilku? Kau meraihku, menatapku lekat-lekat, dan air matamu mengalir setetes.

“Kau masih sebagus waktu ibu memberikanmu untukku saat ulang tahun keenam dulu, apa ibu selalu membersihkanmu?”

Air matamu mengalir semakin deras.

“Sayangku... aku kangen ibu... tapi dia sudah pergi...”

Hentikan, aku tidak ingin melihatmu menangis. Aku ingin kau kembali, tapi bukan yang seperti ini. Aku berharap bisa menghapus air matamu, tapi tentu tidak ada yang bisa kulakukan.

Karena aku hanyalah sebuah boneka beruang cokelat yang hanya berharap bisa selalu menemanimu sampai kapanpun.


~The end ~


What kind of story is this lol i suddenly want to make some angst/hurt/family/comfort but i guess it failed??? Anyway, Day-4 of this #NulisRandom2015 challenge = completed!

Comments

Popular posts from this blog

#KampusFiksi Reguler Angkatan XX, 24-26 Maret di Jogja!

One day in April

B2ST 1st album - Fiction and Fact - On Raining Days lyrics and translation